Minggu, 25 Februari 2018

Rutinitas dan Kairos Tuhan

Aktifitas itu sudah berjalan sekitar 18 tahun (mulai dari masa lajang).
Biasanya kalau hari sabtu - minggu; jam segini (antara jam 18.00 - 21.00), posisiku hanya tiga kemungkinan: masih sibuk dengan urusan "PELAYANAN (1)" atau Masih menikmati "KEMACETAN JAKARTA (2)" menuju TKP/pulang kerumah, dan yg paling asyik adalah "MASIH SIBUK BERES2 RUMAH (3)" sambil persiapkan / sedang mencari makan malam karna baru nyampe rumah. Dan saya baru merasakan bahwa saya terjebak dalam sebuah RUNITAS. Walaupun melakukannya dengan sepenuh hati.

And now, untuk sementara waktu benar2 "MENIKMATI UDARA BEBAS", dan tentunya banyak waktu (yg selama ini rasanya "TERBUANG") bisa digunakan untuk keluarga (Fellowship), dan mulai belajar mengenal lingkungan sekitar, Tanpa mengurangi waktu untuk beribadah dan bersekutu dengan Tuhan.

Baru menyadari bahwa konsep pemikiran yg selalu dicekoki dgn pemahaman akan KEBENARAN yg diaplikasikan secara TIDAK TEPAT, ternyata sudah menghabiskan Banyak waktu, energi dan mengorbankan segalanya DEMI Sebuah pengabdian yg tulus dihadapan-Nya.

Apakah saya menyesal telah melewati masa itu ?? "TIDAK... !!"
Karna itulah proses pembentukan karakter yg pada akhirnya MEMPERSIAPKAN diriku dan keluargaku untuk memasuki hidup yg Sesungguhnya (DUNIA NYATA). Sekalipun lingkungan baru yg kuhadapi, tidak mengenal SIAPA dan APA potensi yg ada dalam diriku. Karna bukan hal itu lagi yg menjadi TUJUAN utamaku. (Sekalipun kesempatan itu sudah terbuka buat saya dan keluarga). Namun hal itu tidak menjadikan diriku BANGGA, tetapi membuat saya belajar memahami diri, dan semakin merendahkan hati.

Sebuah illustrasi yg memberkatiku (Disampaikan oleh Pdt. Efendi Sinurat - GSJA):
TELOR kalau pecahnya dari DALAM, akan melahirkan BENIH kehidupan yg baru (Muncul anak ayam). Tetapi kalau engkau memaksakan pecahkan dari LUAR itu hanya ada DUA kemungkinan; Telor dimasak dan menjadi lauk dan esoknya engkau buang menjadi kotoran (1) atau BENIH yg ada didalamnya karna BELUM MATANG, ketika dipecahkan dari luar akan menghasilkan BAU BUSUK. Maka dari itu, tunggulah KAIROSNYA Tuhan.
Satu hal yg menjadi komitmen keluargaku adalah seperti dalam: Yosua 24:15b "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Alias "TETAP Didalam TUHAN".
Efesus 6:10 "AKHIRNYA, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya".

#Menikmatikelegaanygluarbiasa
#TetapdidalamTUHAN
#Catatan_Juns@rt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar