Senin, 30 Juli 2018

SOPANLAH DENGAN HAMBA TUHAN

Renunganku hari ini:
 

2 Raja-raja 2 : 23 - 25.
Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: "Naiklah botak, naiklah botak!" Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak. Dari sana pergilah ia ke gunung Karmel dan dari sana pula kembalilah ia ke Samaria.

Saudara, Elisa adalah seorang Nabi (Hamba Tuhan), Tentunya, seorang Nabi, tidak mungkin hidup sembarangan. Sudah Tentu bisa menjaga sikap, mampu menguasai diri, sekalipun jemaatnya atau pengikutnya mungkin sering menjengkelkan, suka bertindak aneh-aneh, bahkan tidak sedikit yg berani "KURANGAJAR DENGAN HAMBA TUHAN" (Kalau dalam versi kita sekarang ini: Jemaat berani nyinyir dengan Pendeta, berani merendahkan Pendeta dan menganggap Hamba Tuhan gak tegas, dan lain sebagainya).

Perhatikan ayat firman Tuhan diatas; Bocah2 dari kota itu NGATA-NGATAIN Elisa dengan sebutan BOTAK.
Kemungkinan besar Elisa sudah sangat _JUEEENGKEEELLL- Banget sama Bocah2 itu, akhirnya keluar juga kata2 kutuk dari seorang NABI. Padahal dia seorang NABI loh. Perhatikan akibat yg di terima oleh bocah2 itu... SADIS KALI KAN...

Saya bersyukur sekali karna beberapa Hamba Tuhan yg pernah saya kenal (Baik waktu saya di GPIN Bekasi - Pdt. Molala Laoli & Pdt. Untung Basuki); (di GKMI BIGAND - ada Pak Pdt. Togu Tampubolon) dan sekarang kami ibadah di GSJA SWS Kedaung Barat Tangerang - Ada Pdt. Alfri Rompas) . Belum pernah sekalipun saya mendengar mereka MENGUTUK , apalagi merendahkan jemaatnya dengan kata-kata kasar dan tidak sopan.
Malah sebaliknya Jemaatnya yg kadang2 kurang memahami kasih dan perhatian seorang GEMBALA terhadap 1 jiwa yg Tuhan sudah percayakan bagi mereka. Jadi, kalau kita ini adalah jemaat, domba gembalaannya pak Pendeta kita, gak sampai di KUTUK oleh pendeta karna kita suka Kurangajar, maka bersyukurlah.

Roma 2 : 4 Berkata demikian : "
Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

Jadi Kalau seorang Pendeta masih mengasihi jemaatnya dan masih bermurah hati, BERSYUKURLAH... itu berarti Si Pendeta sedang menantikan anda BERTOBAT .... Baca lagi ayat selanjutnya dari Roma 2 : 6-11 .. NGERI KAli Bah....!!! 😂😂😂

Saudaraku yg dikasihi Tuhan, ingat ini: Kalau sampai Hamba TUHAN Marah atau Murka karna jemaatnya sudah keterlaluan & Berani KURANGAJAR & Mengata-ngatai Hamba Tuhan Sembarangan; ketahuilah, bahwa HAMBA TUHAN BISA MURKA Seperti Elisa. Dan saya mau kasi tau : Pendeta adalah HAMBA TUHAN & itu artinya"MURKA Hamba TUHAN adalah SAMA AJA MURKA TUHAN JUGA. Jangan main-main, dan Berhentilah berbuat yg TIDAK SOPAN TERHADAP HAMBA TUHAN, Sebelum murka itu menimpa dirimu.

Tuhan Yesus memberkati setiap orang yg membaca. Kalau anda diberkati, share dengan yg lain, supaya tidak sembarangan dengan Pemimpin.

Salam, disela-sela kesibukanku.
Junius Zendrato
(Ama Arcel)

Kamis, 03 Mei 2018

Yesus Pokok Anggur, kitalah ranting-rantingnya

Bahan Renungan ibadah Komunitas Keluarga Allah (KKA) Jemaat GSJA SWS Kedaung Barat
Rabu, 09 Mei 2018, Disampaikan Oleh Junius Zendrato

Nats: Yohanes 15 : 1 - 8

Yesus  = Pokok Anggur
Kita     = Ranting-rantingnya
Apabila TIDAK BERBUAH, dipotong, dibersihkan supaya lebih banyak berbuah.

Dalam Nats yg kita sudah baca diatas (dan dalam Alkitab secara keseluruhan), setiap ada JANJI pasti ada PERINTAH, ada juga NASEHAT, ada NUBUATAN yg semuanya bermuara pada II Timotius 3 : 16 "Bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran".  Hal yg demikian tidak bisa di tawar-tawar.

Janji dan perintah dalam ayat ini yaitu
  # ayat 1-6 : Berbuah banyak, jika dibersihkan dan tinggal tetap didalam Tuhan
  # ayat 7-8 : Permintaan / Doa apa saja akan dijawab, jika Firman Tuhan tinggal didalam kita dan kita tetap di dalam Tuhan.

Nah, dari kebenaran ini ada hal-hal yg memberkati saya secara pribadi sebagai pesan bagi kita jemaat SWS, untuk kita lakukan... :

1. Boleh Pegang JANJI Tuhan, tetapi jangan abaikan PERINTAH TUHAN.

Kecenderungan kita, lebih banyak berfokus pada JANJI Allah dan mengabaikan PERINTAH Allah. # Murid yg mau diajar butuh KETAATAN.

CONTOH PRAKTIS
   a. Ayat 5: "Tinggal didalam Aku dan Aku didalam kamu, kamu berbuah banyak, sebab
       diluar Yesus tidak berbuah apa2. (Lebih sering ingat janji bahwa kita akan Berbuah,
       tetapi lupa kalau ada pesan - pesan supaya Harus ada didalam Yesus Supaya tetap
       berbuah).

   b. Ayat 7: Hampir sama dengan ayat 5. "Jikalau kamu tinggal didalam Aku, dan
       Firmanku tinggal didalam kamu, MINTALAH apa saja yg kamu kehendaki, kamu akan
       MENERIMANYA. (Lebih sering menuntut Tuhan dan sangat rajin meminta banyak hal
       pada Tuhan; entah kebutuhan atau keinginan gak peduli, yg penting taunya ada janji
       Tuhan, kalau meminta pasti menerima. Tetapi lupa, kalau ada PERINTAH yg harus
       dilakukan dulu yaitu Tinggal didalam-NYa dan harus hidup sesuai Firman-Nya).

   c. Ulangan 28 : 13. Pasti banyak yg hafal ayat ini "Engkau akan menjadi kepala dan
       bukan ekor. Tetapi berapa banyak diantara kita yg memperhatikan ayat 1, ayat 13b
       ayat 14.. ? (Pesan yg sangat jelas : Jika engkau baik-baik mendengar suara Tuhan)

2. Sadarilah bahwa diluar Yesus, kita bukan siapa-siapa (Tidak bisa berbuat apa-apa).

Mungkin saat ini kita sudah mencapai titik puncak kesuksesan karier, study, pelayanan, keluarga dan keberhasilan lainnya, TETAPI ketika hal itu ada dan terjadi DILUAR Tuhan Yesus, maka (ayat 4-6) :"Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri; Melainkan HARUS MELEKAT pada POKOK ANGGUR yg sejati itu.
Lihat saja Efeknya di Ayat 6. "Yg tidak melekat pada pokok anggur, ia dibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan kedalam api lalu dibakar. Tentunya kita tidak mau terjadi hal demikian dengan kehidupan kita di dalam Tuhan.
Makanya jangan heran kalau melihat orang kristen yg dulunya sungguh-sungguh melayani Tuhan, ketika mulai mengandalkan kekuatannya dan meninggalkan Tuhan, hidupnya tambah kacau dan amburadul.
KISAH NYATA DALAM ALKITAB:
a. Matius 12:43-45; Lukas 11:24-26 => Kembalinya roh jahat
b. 1 Samuel 13 dst. => Saul tidak taat karna berani mengambil alih tugas nabi (samuel)
c. Hakim" 13 dst. => Simson, yg tidak menghargai karunia Allah tentang KENAZIRANNYA.

AKHIRNYA
Tuhan menginginkan setiap kita supaya menghasilkan buah yg banyak seperti dalam ayat8. Ketika ke dua hal diatas sudah menjadi bagian hidup kita, maka saya percaya, tergenapilah ayat 8 itu bagi setiap kita. "Dalam hal ini Bapa-Ku dipermuliakan, dan ketika sudah berbuah banyak, Yesus katakan "Kamu adalah murid-murid Ku.

Kalau saat ini sudah mulai terlintas dalam pikiranmu untuk meninggalkan Tuhan, mengurangi waktumu untuk melayani Tuhan, atau kecenderungan kita lebih fokus pada janji dan mengabaikan perintah, sekarang KEMBALILAH, perbaharui komitmen serta ingat kembali kasih mula-mulamu, ketika pertama sekali engkau jatuh Cinta dengan-Nya. Karna Diluar Yesus, kamu tidak bisa berbuat apa-apa.

Puji Tuhan....!!! Tuhan Yesus memberkati
Salam, Junius Zendrato

Minggu, 25 Februari 2018

Rutinitas dan Kairos Tuhan

Aktifitas itu sudah berjalan sekitar 18 tahun (mulai dari masa lajang).
Biasanya kalau hari sabtu - minggu; jam segini (antara jam 18.00 - 21.00), posisiku hanya tiga kemungkinan: masih sibuk dengan urusan "PELAYANAN (1)" atau Masih menikmati "KEMACETAN JAKARTA (2)" menuju TKP/pulang kerumah, dan yg paling asyik adalah "MASIH SIBUK BERES2 RUMAH (3)" sambil persiapkan / sedang mencari makan malam karna baru nyampe rumah. Dan saya baru merasakan bahwa saya terjebak dalam sebuah RUNITAS. Walaupun melakukannya dengan sepenuh hati.

And now, untuk sementara waktu benar2 "MENIKMATI UDARA BEBAS", dan tentunya banyak waktu (yg selama ini rasanya "TERBUANG") bisa digunakan untuk keluarga (Fellowship), dan mulai belajar mengenal lingkungan sekitar, Tanpa mengurangi waktu untuk beribadah dan bersekutu dengan Tuhan.

Baru menyadari bahwa konsep pemikiran yg selalu dicekoki dgn pemahaman akan KEBENARAN yg diaplikasikan secara TIDAK TEPAT, ternyata sudah menghabiskan Banyak waktu, energi dan mengorbankan segalanya DEMI Sebuah pengabdian yg tulus dihadapan-Nya.

Apakah saya menyesal telah melewati masa itu ?? "TIDAK... !!"
Karna itulah proses pembentukan karakter yg pada akhirnya MEMPERSIAPKAN diriku dan keluargaku untuk memasuki hidup yg Sesungguhnya (DUNIA NYATA). Sekalipun lingkungan baru yg kuhadapi, tidak mengenal SIAPA dan APA potensi yg ada dalam diriku. Karna bukan hal itu lagi yg menjadi TUJUAN utamaku. (Sekalipun kesempatan itu sudah terbuka buat saya dan keluarga). Namun hal itu tidak menjadikan diriku BANGGA, tetapi membuat saya belajar memahami diri, dan semakin merendahkan hati.

Sebuah illustrasi yg memberkatiku (Disampaikan oleh Pdt. Efendi Sinurat - GSJA):
TELOR kalau pecahnya dari DALAM, akan melahirkan BENIH kehidupan yg baru (Muncul anak ayam). Tetapi kalau engkau memaksakan pecahkan dari LUAR itu hanya ada DUA kemungkinan; Telor dimasak dan menjadi lauk dan esoknya engkau buang menjadi kotoran (1) atau BENIH yg ada didalamnya karna BELUM MATANG, ketika dipecahkan dari luar akan menghasilkan BAU BUSUK. Maka dari itu, tunggulah KAIROSNYA Tuhan.
Satu hal yg menjadi komitmen keluargaku adalah seperti dalam: Yosua 24:15b "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Alias "TETAP Didalam TUHAN".
Efesus 6:10 "AKHIRNYA, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya".

#Menikmatikelegaanygluarbiasa
#TetapdidalamTUHAN
#Catatan_Juns@rt.